Adalah mudah bagi seseorang untuk mengatakan bahwa dirinya mengasihi Tuhan. Tapi berkata-kata saja tidak cukup, perlu ada bukti yang nyata yaitu melalui tindakan atau perbuatan. Salah satu bukti seseorang mengasihi Tuhan adalah selalu ingin memberi yang terbaik kepadaNYA. Seluruh keberadaan hidupnya akan dipersembahkan kepada Tuhan ; waktu, tenaga, pikiran talenta bahkan materi. Inilah yang dilakukan Salomo seperti yang tertulis dalam 2 Tawarikh 5 : 6 "Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul dihadapnnya, berdiri di depat tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya". Kesungguhan dalam berbakti kepada Tuhan dibuktikan dengan mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, bahkan bukan hanya sesuatu, melainkan segala sesuatu. Begitu banyaknya persembahan yang Salomo persembahkan kepada Tuhan sehingga Alkitab mencatat bahwa jumlahnya tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya.
Melihat kurban yang dipersembahkan Salomo dengan ketulusan hatinya Tuhan sangat berkenan kepada persembahannya. "Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman kepadanya : "Telah kudengan doamu dan telah Kupilih tempat ini bagiKu sebagai rumah persembahan (2 Taw 7 : 12).
Apakah ini berarti jumlah persembahan yang menentukan ? Tidak. Tuhan melihat motivasi dan hati kita dalam memberi, bukan jumlah atau apa yang kelihatan oleh kasat mata. Tapi perlu diingat pula bahwa seseorang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan pasti akan memberikan persembahan yang terbaik dari dirinya. Rela memberikan segalanya untuk Tuhan, bukan untuk pamer atau agar dianggap "wah".
Tuhan sangat menghargai setiap persembahan dari umatNYA yang diberikan dengan sukacita dan hati yang rela seperti tertulis " . . . .orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita". ( 2 Kor 9 : 6,7)
Gedung GKJW Jemaat Sambirejo di Jl. Gereja No. 45 Sambirejo (0354-392739).
BANK yang ditunjuk adalah Bank Jatim, No.Rek.: 0422078487 atas nama:Rinendahingsih (Bendahara Jemaat). Pendeta GKJW Jemaat Sambirejo saat ini adalah Pdt. Firman Panjaitan, M.Th.
GKJW Sambirejo mempunyai 7 kelompok, 2 capas, dan 5 panthan.Pendapatan gereja diperoleh dari persembahan dan hasil sawah.Jumlah warga GKJW Jemaat Sambirejo sekitar 1228 orang.
BANK yang ditunjuk adalah Bank Jatim, No.Rek.: 0422078487 atas nama:Rinendahingsih (Bendahara Jemaat). Pendeta GKJW Jemaat Sambirejo saat ini adalah Pdt. Firman Panjaitan, M.Th.
GKJW Sambirejo mempunyai 7 kelompok, 2 capas, dan 5 panthan.Pendapatan gereja diperoleh dari persembahan dan hasil sawah.Jumlah warga GKJW Jemaat Sambirejo sekitar 1228 orang.
Sunday, October 12, 2014
Friday, October 3, 2014
Kesejahteraan Hidup Dari Tuhan
Mazmur 104 : 19-21
Mazmur pujian ini mengungkapkan kebesaran Tuhan Allah selaku pengatur waktu. Maha Bijak dan pemberi hidup. Sebagai pengatur waktu Tuhan membagi waktu untuk binatang dan manusia. Waktu malam adalah kesempatan segala binatang bergerak mencari makannya. Waktu siang saatnya manusia berusaha mengupayakan, mengolah serta merawat sumber daya alam yang ada. Semua dilakukan demi keharmonisan serta kesempurnaan jagad raya. Tuhan Allah disebut pemberi hidup nampak jelas ketika Dia memberi makanan tepat pada waktunya. Bila Tuhan membuka tanganNya penuh berkat, umat kenyang oleh kebaikanNya. Namun di kala Tuhan menyembunyikan wajahNya karena murka, umat terkejut dihadapkan pada kebinasaan. Jikalau Tuhan mengambil roh umat, mereka kembali menjadi debu. Apabila Tuhan mengirimkan Roh-Nya, maka umatNya tercipta dan Tuhan Allah membarui muka bumi dan ciptaanNya.
Segala sesuatu tergantung padaNya baik kesejahteraan umat manusia maupun hidup dan matinya. Jika Tuhan mengambil hidup yang satu, Dia hendak menciptakan hidup baru bagi yang lainnya. Demikianlah Tuhan Allah terus menerus memperbarui muka bumi dengan kehidupan yang baru. Kematian adalah untuk kehidupan baru, Tuhanlah yang memberi hidup dan kesejahteraan bagi umat manusia, semua ciptaanNya layak bersuka cita, menyanyi, memuji kebesaran dan kemulianNya.
Saturday, September 20, 2014
Buyung Air Ribka
Kejadian 24 : 10 - 21
Gadis cantik itu memberi minum seorang asing dari buyung airnya. Tidak berhenti disitu, ia juga memberi minum unta orang itu. Tampaknya tidak terlalu istimewa, ya ? Tetapi, marilah kita berhitung. Untuk memuaskan seekor unta yang haus diperlukan air hampir 4 buyung. Nah, unta orang itu bukan hanya seekor, tetapi 10 ekor ! Jadi, berapa kali gadis itu harus bolak-balik menimba air ? Tentu kita melihat sesuatu yang istimewa disini.
Kita tentu tahu, gadis cantik itu bernama Ribka. Tampaknya ia menerapkan hikmat yang dituliskan Pengkotbah sekian abad kemudian. (Pengkotbah 9 : 10) "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga". Apakah ia melakukannya hanya untuk pamer, hendak memikat hati orang asing itu, siapa tahu ia dapat memperolah keuntungand ari kebaikannya ? Jelas tidak. Ia sama sekali belum mengenal hamba Abraham ini. Justru kemungkinan besar Ribka sudah terbiasa melakukannya, memberi minum orang-orang asing lain. Ia melakukannya karena memang ia pekerja keras dan murah hati. Dan, pada petang yang tak terduga itu, sikap tersebut membuatnya terhisab dalam kasih penebusan agung yang tengah ditenun Tuhan.
Apapun tugas yang ada di tangan kita, marilah kita menerapkan hikmat Salomo serta meneladani sikap Ribka. Akan tetapi, sepanjang kita melakukannya dalam penyertaan Tuhan dan bagi kemuliaanNya, kita dapat mengambil bagian dalam kreativitas Sang Pencipta dan turut memelihara serta memperindah ciptaanNya.
Gadis cantik itu memberi minum seorang asing dari buyung airnya. Tidak berhenti disitu, ia juga memberi minum unta orang itu. Tampaknya tidak terlalu istimewa, ya ? Tetapi, marilah kita berhitung. Untuk memuaskan seekor unta yang haus diperlukan air hampir 4 buyung. Nah, unta orang itu bukan hanya seekor, tetapi 10 ekor ! Jadi, berapa kali gadis itu harus bolak-balik menimba air ? Tentu kita melihat sesuatu yang istimewa disini.
Kita tentu tahu, gadis cantik itu bernama Ribka. Tampaknya ia menerapkan hikmat yang dituliskan Pengkotbah sekian abad kemudian. (Pengkotbah 9 : 10) "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga". Apakah ia melakukannya hanya untuk pamer, hendak memikat hati orang asing itu, siapa tahu ia dapat memperolah keuntungand ari kebaikannya ? Jelas tidak. Ia sama sekali belum mengenal hamba Abraham ini. Justru kemungkinan besar Ribka sudah terbiasa melakukannya, memberi minum orang-orang asing lain. Ia melakukannya karena memang ia pekerja keras dan murah hati. Dan, pada petang yang tak terduga itu, sikap tersebut membuatnya terhisab dalam kasih penebusan agung yang tengah ditenun Tuhan.
Apapun tugas yang ada di tangan kita, marilah kita menerapkan hikmat Salomo serta meneladani sikap Ribka. Akan tetapi, sepanjang kita melakukannya dalam penyertaan Tuhan dan bagi kemuliaanNya, kita dapat mengambil bagian dalam kreativitas Sang Pencipta dan turut memelihara serta memperindah ciptaanNya.
TIDAK TERLALU PENTING TUGAS ATAU PEKERJAAN APA YANG KITA LAKUKAN
YANG TERUTAMA ADALAH SIKAP HATI KITA DALAM MELAKUKANNYA
Friday, September 19, 2014
Takut Akan Tuhan, Kunci Kebahagiaan
Harta dunia sering menjadi andalan hidup manusia. Harta dapat memudahkan hidup manusia. Dengan banyaknya harta, manusia berpikir apapun dapat dilakukan. Akibatnya, manusia berusaha meraih kekayaan dengan cara apapun.
Di sisi lain, ada manusia yang mengandalkan hidupnya pada ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dan teknologi akan mempermudah manusia dalam mengerjakan berbagai hal. Maka kita bisa menyaksikan setiap hari ilmu dan teknologi terus berkembang.
Penulis Kitab Pengkotbah, memperkenalkan dirinya sebagai Salomo, mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai raja Israel yang memiliki kemakmuran, kepandaian, dan kebijaksanaan yang luar biasa. Ia mempelajari segala perkara, tetapi akhirnya ia menyadari tidak semua persoalan dapat dijawab dengan ilmu pengetahuannya. Ia memiliki segalanya, tetapi ia merasa tidak memiliki apapun. Ia pun sudah melakukan apa pun tetapi merasa hampa. Seperti usaha menjaring angin, sia-sia !
Kitab Pengkotbah sepintas bagaikan keluhan orang pesimis yang berbicara tentang kesia-siaan dan kehampaan hidup. Namun jika direnungkan, memang benar apa yang dikatakan dan dialami Pengkotbah. Hidup ini sia-sia jika tidak dilandasi rasa takut akan Allah. "Akhir kata dari segala yang didengar ialah : takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang."" (Pkh 12 : 13). Tanpa Tuhan, hidup kita akan hampa sekalipun berlimpah harta dan ilmu. Segala sesuatu adalah sia-sia jika tidak didasari oleh sikap takut akan Tuhan. Amin.
Di sisi lain, ada manusia yang mengandalkan hidupnya pada ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dan teknologi akan mempermudah manusia dalam mengerjakan berbagai hal. Maka kita bisa menyaksikan setiap hari ilmu dan teknologi terus berkembang.
Penulis Kitab Pengkotbah, memperkenalkan dirinya sebagai Salomo, mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai raja Israel yang memiliki kemakmuran, kepandaian, dan kebijaksanaan yang luar biasa. Ia mempelajari segala perkara, tetapi akhirnya ia menyadari tidak semua persoalan dapat dijawab dengan ilmu pengetahuannya. Ia memiliki segalanya, tetapi ia merasa tidak memiliki apapun. Ia pun sudah melakukan apa pun tetapi merasa hampa. Seperti usaha menjaring angin, sia-sia !
Kitab Pengkotbah sepintas bagaikan keluhan orang pesimis yang berbicara tentang kesia-siaan dan kehampaan hidup. Namun jika direnungkan, memang benar apa yang dikatakan dan dialami Pengkotbah. Hidup ini sia-sia jika tidak dilandasi rasa takut akan Allah. "Akhir kata dari segala yang didengar ialah : takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang."" (Pkh 12 : 13). Tanpa Tuhan, hidup kita akan hampa sekalipun berlimpah harta dan ilmu. Segala sesuatu adalah sia-sia jika tidak didasari oleh sikap takut akan Tuhan. Amin.
Hasil Rembug Warga
Kegiatan Rembug Warga merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memberi wadah aspirasi warga jemaat GKJW sebagai wujud keikutsertaannya dalam menentukan arah dan langkah GKJW ke depan. Rembug Warga tahun ini telah dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2014 dan hasil rekapitulasinya dapat diunduh disini
Wednesday, December 11, 2013
Monday, December 2, 2013
Sunday, February 3, 2013
PKT 2013
Jika saudara ingin melihat secara rinci PKT GKJW Sambirejo Tahun 2013,
Silahkan download di sini
presentasi PKT 2013
Silahkan download di sini
presentasi PKT 2013
Saturday, October 30, 2010
Susunan Badan Pembantu & Pengurus Capas/Pepanthan/Kelompok
Dalam derap langkahnya, GKJW Sambirejo mempunyai forum tertinggi yaitu sidang majelis jemaat. Majelis jemaat dalam melaksanakan kegiatan sehari hari menugaskan PHMJ. Dalam rangka untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari PHMJ mempunyai tangan berupa BPMJ. Susunan BPMJ dan Pengurus kelompok/Capas/Pepanthan adalah sebagai sebagai berikut.
Thursday, October 28, 2010
Statistik Warga&Informasi
Informasi adalah keterangan tentang segala hal yang dimiliki dan kegiatan yang dilakukan GKJW Jemaat Sambirejo. Informasi ini digunakan sebagai bahan untuk Sidang Majelis Daerah Kediri Utara. Isi dari informasi adalah Pendahuluan,
Wednesday, October 27, 2010
Sejarah Singkat GKJW Sambirejo
SEJARAH GEREJA
I. Keadaan dan Terjadinya Desa Sambirejo
Desa Samborejo sekitar Tahun 1800 masih berupa hutan lebat yang dipenuhi rawa-rawa, sehingga disebut hutan prigi, yang artinya sumur. Pohon yang banyak tumbuh di hutan prigi adalah pohon Sambi. Hutan Prigi tersebut dibabat sekitar tahun 1873 oleh dua orang bernama Petrus dan Lewi yang berasal dari Desa Aditoyo Nganjuk. Hutan Prigi dijadikan pedesaan dan diberi nama Desa Sambiroto. Desa Sambiroto ketika itu ikut wilayah Desa Gayam Kecamatan Gurah Kediri. Desa Sambiroto menjadi desa yang semakin bertambah banyak penduduknya, setelah hutan dibuka menjadi desa dan lahan pertanian yang sangat subur. Desa Sambiroto berganti nama menjadi Desa Sambirejo sampai sekarang, setelah desa menjadi ramai.
Jadwal Pelayan Doa
Doa adalah nafas iman orang beribadah. Doa sekaligus sebagai wahana untuk curhat kepada Tuhan. Untuk itu pelaksanaan doa harus sesering mungkin dilakukan. Jadual doa senin sore dan rabu pagi bulan Juli sampai Desember adalah sebagai berikut.
Daftar Pelayanan Mimbar Majelis
Rangka rangka untuk meningkatkan aspek kebersamaan dan kesamaan pembagian pelayanan, PHMJ mengatur jadwal pelayanan mimbar mejelis jemaat sebagai berikut.
Daftar Nama Penatua-Diaken Daur 2010-2012
Dalam rangka pelayanan kepada warga, GKJW Sambirejo tidak mengenal mejelis kelompok/capas/panthan. Majelis yang ada adalah mejelis jemaat. Tetapi majelis-mejelis tersebut berdomisila di kelompok/capas/panthan. Daftar majelis menurut domisilinya adalah sebagai berikut.
Tuesday, October 26, 2010
Program Jemaat
Program Jemaat disingkat dengan Projem. Pada PKP IV masih terdapat Program Wilayah yang disingkat Prowil, tetapi sejak memasuki PKP V, yaitu tahun 2011 - 2016, Prowil diganti dengan Projem. Prowil sangat kental nuansanya dengan kebijakan top down, sedangkan Projem bersifat bottom up. Prowil disusun oleh wilayh kemudian disosialisasikan ke jemaat, sedangkan Projem dibuat oleh jemaat. Projem merupakan embrio dari HIMPRODA (himpunan program Daerah). Himproda merupakan sari dari beberapa projem di wilayahnya masing-masing. Jika saudara ingin mengetahui detail dari Projem
Download di sini
Jika ingin mengetahui Sampul Projem
Download di sini
Download di sini
Jika ingin mengetahui Sampul Projem
Download di sini
Subscribe to:
Posts (Atom)