Mazmur 104 : 19-21
Mazmur pujian ini mengungkapkan kebesaran Tuhan Allah selaku pengatur waktu. Maha Bijak dan pemberi hidup. Sebagai pengatur waktu Tuhan membagi waktu untuk binatang dan manusia. Waktu malam adalah kesempatan segala binatang bergerak mencari makannya. Waktu siang saatnya manusia berusaha mengupayakan, mengolah serta merawat sumber daya alam yang ada. Semua dilakukan demi keharmonisan serta kesempurnaan jagad raya. Tuhan Allah disebut pemberi hidup nampak jelas ketika Dia memberi makanan tepat pada waktunya. Bila Tuhan membuka tanganNya penuh berkat, umat kenyang oleh kebaikanNya. Namun di kala Tuhan menyembunyikan wajahNya karena murka, umat terkejut dihadapkan pada kebinasaan. Jikalau Tuhan mengambil roh umat, mereka kembali menjadi debu. Apabila Tuhan mengirimkan Roh-Nya, maka umatNya tercipta dan Tuhan Allah membarui muka bumi dan ciptaanNya.
Segala sesuatu tergantung padaNya baik kesejahteraan umat manusia maupun hidup dan matinya. Jika Tuhan mengambil hidup yang satu, Dia hendak menciptakan hidup baru bagi yang lainnya. Demikianlah Tuhan Allah terus menerus memperbarui muka bumi dengan kehidupan yang baru. Kematian adalah untuk kehidupan baru, Tuhanlah yang memberi hidup dan kesejahteraan bagi umat manusia, semua ciptaanNya layak bersuka cita, menyanyi, memuji kebesaran dan kemulianNya.
No comments:
Post a Comment