Gedung GKJW Jemaat Sambirejo di Jl. Gereja No. 45 Sambirejo (0354-392739).
BANK yang ditunjuk adalah Bank Jatim, No.Rek.: 0422078487 atas nama:Rinendahingsih (Bendahara Jemaat). Pendeta GKJW Jemaat Sambirejo saat ini adalah Pdt. Firman Panjaitan, M.Th.
GKJW Sambirejo mempunyai 7 kelompok, 2 capas, dan 5 panthan.Pendapatan gereja diperoleh dari persembahan dan hasil sawah.Jumlah warga GKJW Jemaat Sambirejo sekitar 1228 orang.

Saturday, September 20, 2014

Buyung Air Ribka

Kejadian 24 : 10 - 21

Gadis cantik itu memberi minum seorang asing dari buyung airnya. Tidak berhenti disitu, ia juga memberi minum unta orang itu. Tampaknya tidak terlalu istimewa, ya ? Tetapi, marilah kita berhitung. Untuk memuaskan seekor unta yang haus diperlukan air hampir 4 buyung. Nah, unta orang itu bukan hanya seekor, tetapi 10 ekor ! Jadi, berapa kali gadis itu harus bolak-balik menimba air ? Tentu kita melihat sesuatu yang istimewa disini.
Kita tentu tahu, gadis cantik itu bernama Ribka. Tampaknya ia menerapkan hikmat yang dituliskan Pengkotbah sekian abad kemudian. (Pengkotbah 9 : 10) "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga". Apakah ia melakukannya hanya untuk pamer, hendak memikat hati orang asing itu, siapa tahu ia dapat memperolah keuntungand ari kebaikannya ? Jelas tidak. Ia sama sekali belum mengenal hamba Abraham ini. Justru kemungkinan besar Ribka sudah terbiasa melakukannya, memberi minum orang-orang asing lain. Ia melakukannya karena memang ia pekerja keras dan murah hati. Dan, pada petang yang tak terduga itu, sikap tersebut membuatnya terhisab dalam kasih penebusan agung yang tengah ditenun Tuhan.
Apapun tugas yang ada di tangan kita, marilah kita menerapkan hikmat Salomo serta meneladani sikap Ribka. Akan tetapi, sepanjang kita melakukannya dalam penyertaan Tuhan dan bagi kemuliaanNya, kita dapat mengambil bagian dalam kreativitas Sang Pencipta dan turut memelihara serta memperindah ciptaanNya.

TIDAK TERLALU PENTING TUGAS ATAU PEKERJAAN APA YANG KITA LAKUKAN
YANG TERUTAMA ADALAH SIKAP HATI KITA DALAM MELAKUKANNYA

Friday, September 19, 2014

Takut Akan Tuhan, Kunci Kebahagiaan

Harta dunia sering menjadi andalan hidup manusia. Harta dapat memudahkan hidup manusia. Dengan banyaknya harta, manusia berpikir apapun dapat dilakukan. Akibatnya, manusia berusaha meraih kekayaan dengan cara apapun.
Di sisi lain, ada manusia yang mengandalkan hidupnya pada ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dan teknologi akan mempermudah manusia dalam mengerjakan berbagai hal. Maka kita bisa menyaksikan setiap hari ilmu dan teknologi terus berkembang.
Penulis Kitab Pengkotbah, memperkenalkan dirinya sebagai Salomo, mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai raja Israel yang memiliki kemakmuran, kepandaian, dan kebijaksanaan yang luar biasa. Ia mempelajari segala perkara, tetapi akhirnya ia menyadari tidak semua persoalan dapat dijawab dengan ilmu pengetahuannya. Ia memiliki segalanya, tetapi ia merasa tidak memiliki apapun. Ia pun sudah melakukan apa pun tetapi merasa hampa. Seperti usaha menjaring angin, sia-sia !
Kitab Pengkotbah sepintas bagaikan keluhan orang pesimis yang berbicara tentang kesia-siaan dan kehampaan hidup. Namun jika direnungkan, memang benar apa yang dikatakan dan dialami Pengkotbah. Hidup ini sia-sia jika tidak dilandasi rasa takut akan Allah. "Akhir kata dari segala yang didengar ialah : takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang."" (Pkh 12 : 13). Tanpa Tuhan, hidup kita akan hampa sekalipun berlimpah harta dan ilmu. Segala sesuatu adalah sia-sia jika tidak didasari oleh sikap takut akan Tuhan. Amin.

Hasil Rembug Warga

Kegiatan Rembug Warga merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memberi wadah aspirasi warga jemaat GKJW sebagai wujud keikutsertaannya dalam menentukan arah dan langkah GKJW ke depan. Rembug Warga tahun ini telah dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2014 dan hasil rekapitulasinya dapat diunduh disini